Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih

Tanda-Tanda Infeksi Saluran KemihInfeksi Saluran Kemih (ISK) dapat terjadi akibat dari kebiasaan buruk seperti kurang konsumsi air putih dan sering menahan buang air kecil, kateterisasi dan penyakit lainnya yang menyertai infeksi saluran kemih ini terjadi. Infeksi saluran kemih yang juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk dalam hal seksual seperti gonta-ganti pasangan yang kemungkinan salah satu dari pasangan memiliki penyakit atau bakteri yang terdapat pada organ intimnya. Saluran kemih ini akan mudah terjadi apabila sistem daya tahan tubuh sudah mulai berkurang dan menurun sehingga memungkinkan bakteri apa saja mudah muncul dan mudah masuk ke dalam tubuh.

Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih

Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih

Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Saluran kemih yang mneyebabkan infeksi ini umumnya memang tidak menimbulkan gejala, namun infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh adanya batu pada saluran kemih atau ginjal yang semakin memperburuk keadaan. Saluran kemih hanya menyerang pada tiap organ reproduksi dan dapat menyebar hingga ke organ lainya yang disertai bakteri, jamur dan kuman lainnya yang menyebabkan infeksi.

Namun dalam keadaan yang semakin buruk infeksi saluran kemih ini dapat menimbulkan gejala infeksi saluran kemih yang cukup dirasakan oleh penderita.

Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih

Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih seperti :

  1. Uretritis (radang uretra)
    Saluran kemih yang menyerang bagian urtritis (radang uretra) menunjukkan gejala infeksi saluran kemih secara umum, seperti :
    – Rasa panas yang ditimbulkan pada bagian tersebut.
    kencing nanah dari uretra
    Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih seperti ini dapat terjadi pada mereka yang berusia dewasa muda dan umumnya disebabkan oleh mereka yang sering berganti pasangan yang terinfeksi.
  1. Epididimitis (radang epididimis)
    Saluran kemih yang terjadi pada radang epididimis yang mengakibatkan perlunakan atau pembengkakan epididimis dan testis. Gejala yang ditimbulkan seperti skrotum memerah dan bengkak. Disertai demam dan malaise. Kemungkinan adanya pernah mengalami sistitis yang sedang atau sebelumnya diderita oleh mereka yang berusia dewasa muda atau mereka yang berusia cukup tua pada penyakit prostat.
  1. Prostatitis (radang prostat)
    Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih dengan Prostatitis ini terjadi karena seringnya menahan rasa ingin berkemih yang tidak tertahan dan kemudian ketika berkemih terasa panas. Pada beberapa orang yang mengalami hal demikian, ketika berkemih disertai dengan adanya darah pada urine (hematuria) dan disertai rasa nyeri disekitar dubur atau anus. Beberapa orang mungkin mengalami demam dan malaise.
    Prostatitis ini lebih sering mendera pada mereka yang berusia tua sekitar 45 tahun keatas yang juga memiliki sistitis atau uretritis.
  1. Pielonefritis (radang ginjal dan pielumnya)
    Gejala infeksi saluran kemih yang ditimbulkan, seperti demam, malaise, sakit pinggang. Umumnya diderita pada mereka yang menderita obstruksi atau batu ginjal atau mereka yang baru saja mengalami sistitis.
  1. Abses ginjal
    Abses ginjal terjadi karena adanya komplikasi daru pielonefritis yang gejalanya pun sama, seperti sakit pinggang yang sangat berat dirasakan. Umumnya terjadi pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan dapat pula disebabkan oleh infeksi usus atau kulit.
  1. Abses perirenal (abses di sekitar ginjal)
    Abses perirenal ini biasanya terjadi pada mereka yang menderita diabetes mellitus yang dapat disertai dengan demam ringan, malaise, berat badan yang semakin menurun, rasa sakit pada pinggang yang semakin berat dirasakan. Hal ini disebabkan oleh abses ginjal yang sudah pecah.
  1. Sistitis (radang kandung kemih)
    Sistitis ini paling banyak terjadi pada wanita, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan pada virus atau bakteri yang terdapat pada vagina, vulva dan uretra. Sistitis yang banyak terjadi pada wanita umumnya dapat ditularkan melalui hubungan seksual pada pasangan yang terinfeksi atau dapat pula terjadi karena buruknya pengososngan kandung kemih akibat kerusakan syaraf, katub uretra posterior konginetal dan penyempitan uretra.
    Gejala yang timbul seperti rasa panas ketika berkemih karena rasa ingin berkemih yang tidak tertahankan, dapat pula ditemukan darah yang bercampur dengan urine yang dapat disertai dengan spasme kandung kemih. Jika sistitis ini pada pria dikaibatkan oleh adanya gangguan sakit prostat.

Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih adalah :

  1. Sebaiknya mencukupi kebutuhan air putih paling tidak 8-10 gelas dalam sehari. Hal ini adalah salah satu bentuk atau salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengencerkan konsentrasi dari bakteri yang terkandung di dalam kandung kemih. Dan seperti sudah kita ketahui bahwa kebutuhan dari cairan yang ada di dalam tubuh kita mencapai sekitar 2 liter dalam sehari.
  2. Sebaiknya jangan menahan kencing. Menahan buang air kecil akan membuat bakteri menjadi semakin berkembang. Hal ini merupakan salah satu hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
  3. Menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan dasar katun. Hal ini bisa bertujuan dalam menjaga daerah alat vital Anda agar tetap dalam keadaan kering.
  4. Hindari pemakaian dari celana yang terlalu ketat. Hal seperti ini merupakan salah satu pemicu terjdinya kenaikan suhu dan membuat vagina menjadi berkeringat, sehingga pada daerah tersebut akan lebih mudah dihinggapi bakteri.

Itulah informasi mengenai penyakit infeksi saluran kemih atau anyang anyangan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Tanda-Tanda Infeksi Saluran Kemih


=====================================

>>> Kapsul Kumis Kucing Obat Herbal Alami Membantu Meluruhkan Batu Urine, Mencegah Pengendapan Batu Ginjal Serta Mengatasi Radang Saluran Kemih, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Infeksi Saluran Kemih and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>